Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)
BOGOR - Aksi penyerangan terhadap perkampungan Ahmadiyah di Kampung Peundey, Desa Umbulan, Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang, Banten, oleh ribuan warga sebenarnya sudah diketahui.
Hal tersebut terungkap dari pengakuan Ine, salah satu istri korban penyerangan ribuan warga Minggu (6/2/2011).
Menurut Ine, istri Dias, yang menderita luka bacok, suaminya bersama puluhan warga lainnya sengaja ke Kampung Peundey, Desa Umbulan, Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk membantu Jamaah Ahmadiyah karena akan diserang warga.
“Suami saya sengaja ke sana untuk membantu rekan-rekannya,” ujarnya.
Namun dalam perjalanan sebelum sampai ke lokasi, kendaraan yang ditumpangi bersama temannya diserang warga yang sudah siap menghadang
(Endang Gunawan/Global/lam)
itu hanya segelintir kisah asal mula munculnya tragedi penyerangan ahmadiyah, dan senin hitam begitu orang menamainya adalah bentuk belasungkawa segelintir rakyat Indonesia terhadap tragedi itu.senin hitam, buat gw bukti ketidakmanusiawian negara ini. Ketidakberdaulatan bangsanya. Keacuhtakacuhan bangsa ini.
setiap orang selalu memiliki argumen masing-masing, dan pastinya akan selalu membenarkan argumen mereka, tapi dengan cara kekerasan apa masih bisa dimaklumi??
Di mata para Islam, ahmadiyah bukanlah bagian dari Islam, lalu apakah mereka yang melakukan penyerangan terhadap pengikut ahmadiyah masih bisa disebut islam? bukankah islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan tindak kekerasan? bukankah Rasulullah SAW tidak pernah memberi contoh tindak kekerasan pada umat Islam? Bukankah Islam itu indah??
Dengan mengandalkan emosipun, apa yang selama ini dijunjung menjadi tidak berarti, apa yang selama ini dipuja menjadi tak bermakna, apa yang selama ini diagungkan menjadi rendah. Tidak malukah merendahkan agama sendiri??
gw sebagai orang Islam terus terang benar-benar mengecam tindakan ini. Buktikanlah bahwa Islam itu indah, sesuai firman dari Tuhanmu Allah SWT, buktikanlah bahwa ajaran yang dibawa sang Rahmatan Lil Alamin itu benar-benar memberikan rahmat bagi dunia. Tidakmalukah mereka kepada Tuhan dan Rasulnya??
Ambil contoh simpel, ketika seorang guru mengajarkan muridnya agar selalu menjadi anak yang baik dimanapun berada, tidak merusak fasilitas umum, bersikap sopan kepada yang lebih tua, dsb.
suatu ketika sang murid ketahuan merusak fasilitas umum oleh gurunya.
Gurunya pasti akan marah kan? seakan-akan sang murid tidak pernah diajarkan untuk merawat fasilitas umum.
begitupun Allah dan Rasulullah. Terlebih Allah selalu tau apa yang dikerjakan umatnya.
Apa dengan memusnahkan manusia yang berbeda keyakinan dengan kita akan dibenarkan dalam Al-Qur'an??
Semua orang berbeda, jangan pernah musnahkan jiwanya.
Yang tidak sama hanyalah pemikirannya, yang tidak sama adalah jalan hidupnya.
Jadi bukan berarti harus dengan kekerasan dong?
kita negara yang Berdaulat, yang menjunjung tinggi nilai-nilai hukum dan berlandaskan demokrasi (katanya sih gitu..)
kita berasal dari perbedaan, kita jangan memusnahkan perbedaan itu, jika kita memusnahkan si Perbedaan, sama saja kita memusnahkan sejarah kita.
Bangsa yang Besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya dan sejarahnya. Satukan perbedaan itu, ingat Bhinneka Tunggal Ika!
"kita boleh menghujat atau mencaci, tapi jangan sampai kita kehilangan rasa kemanusiaan kita"
regards,
Mutiara Putri Parastira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar